Kamis, 02 Desember 2010
Kamis, 16 September 2010
SINOPSIS BLYZR

BLYZR adalah sebuah nama yang menghimpun sekelompok anak muda dan mendirikan sebuah group band, kelompok dimana telah beberapa kali bongkar pasang pemain, ganti-ganti nama hingga menapak dari aliran musik yang satu ke genre lainnya. Nama BLYZR diusung dari inisial masing-masing punggawanya, Bram (lead guitar), Luthfi (guitar), Yusuf (drum), Zaenul (bass) dan Ria (vocal). Demikian, nama itu yang selalu dibawa dalam setiap event-event yang dilakoninya, baik dalam bentuk parade band, festival musik, dan lain sebagainya.
Berawal dari sebuah tali pertemanan sekelompok anak muda yang masing-masing dari mereka sama-sama mengagumi sebuah karya putra bangsa pada tahun 2005, yang pada waktu itu nama sang maestro sangat melambung tinggi di blantika musik Indonesia. Mereka pun membentuk sebuah group band dengan genre Pop, dan menamai group mereka dengan nama M2SM. Beranggotakan empat orang yang masing-masing di antaranya adalah Syifa (bass), Luthfi (lead guitar & Vocal), Bram (guitar), dan Yusuf (drum). M2SM hanya mampu bertahan dalam beberapa bulan, karena sang pemetik bass harus melanjutkan pendidikannya di luar kota pada pertengahan tahun, sehingga tidak dapat berkonsentrasi pada M2SM.
Sepeninggal sang bassist, M2SM bergerak hanya dengan tiga personil dan seakan kehilangan jemari tangan kanannya, sehingga membuatnya absent dalam beberapa waktu.
Setelah beberapa lama pakum, mereka menemukan pengganti untuk memainkan posisi yang tertinggalkan itu, tepatnya pada 25 Februari 2007. Lengkap dengan komposisinya, mereka pun mengganti nama sekaligus genre mereka. Dedi sang bassist baru yang mengisi tempat kosong itu memberi nama WARUNK, dan mereka pun memakainya. Dengan nama dan komposisi baru itu kami memainkan musik dengan lebih berani dan energic yakni warna musik dengan nuansa rock.
Beberapa waktu menjalani latihan, WARUNK mengganti formasi dengan menambahkan satu personil baru yang menduduki posisi front man. Adalah Hendra yang menempati posisi yang vital itu cukup cepat untuk menempatkan dirinya, sehingga format dan penghuni WARUNK berubah. Bram (lead guitar), Luthfi (guitar), Yusuf (drum), Dedi (bass) dan Hendra (vocal). Nama WARUNK bertahan hingga kurang lebih sampai dua puluh dua bulan, namun perjalanannya tak semulus udara membelai perjalanan waktu. Pada quarter ketiga tahun 2008, sang penyampai pesan dari syair-syair yang dibawakan harus hengkang dari tubuh WARUNK karena harus meninggalkan kota untuk pekerjaan barunya, sehingga memaksa untuk Luthfi kembali memegang peran ganda untuk kedua kalinya.
Kembali dengan empat personil, pada awal tahun 2009 WARUNK berganti nama dengan nama LABOEDA, nama yang diambil dari nama komunitas mereka dan mereka kenakan untuk nama bandnya. Baru kira-kira dua minggu berganti nama, LABOEDA kembali berganti dan menambah accessories. Di pertengahan Januari Zaenul masuk mengisi pos sebagai guitarist dan mendorong Luthfi untuk duduk lebih ke depan mengisi tempat vocal.
Perjalanan mengikuti waktu dan menyusuri semua liak-liuknya ternyata tak seenteng mengangkat segenggam kapas. Dualisme menyelimuti tubuh LABOEDA dan memaksa untuk menggaruk bagian-bagian yang menjamur. Keadaan ini mengakibatkan pemanfaatan waktu yang kurang optimal untuk beberapa puluh hari. Sekian lama waktu pengobatan tak juga kunjung terlihat membaik, LABOEDA mencukil satu alasan untuk mempertahankan siapa yang dapat bertahan, sehingga Dedi sebagai pembetot bass harus di cabut dari tempatnya.
Selepas hengkangnya Dedi dari LABOEDA, ternyata mereka merasakan kekurangan pada tubuhnya disebabkan karena mulai terbiasa dengan memakai lima pemain. Masa pencarian pun berlangsung, berbagai nama hilir-mudik memasuki isi kepala dan melintas dalam ruang observasi mereka, namun nampaknya mereka mencari warna baru untuk menghias tubuhnya.
Beberapa lama mencari, ternyata kesungguhan memberikan mereka jawaban atas apa yang ingin didapatkannya. Hari-hari awal bulan Mei 2009 seorang perempuan bernama Ria Indriani melintas dalam benak mereka, segera mereka melakukan observasi. Setelah menemukan hasilnya, ternyata mereka sepakat untuk merekrutnya mengisi salah satu tempat di LABOEDA. Namun untuk merekrutnya tidak semudah menerjang ilalang nan tak berduri, karena pada awalnya beberapa pihak terlebih orang tua Ria tidak mengindahkan tawaran mereka agar Ria masuk dalam tubuh LABOEDA, tapi pada akhirnya mereka pun berubah fikiran dan berpihak pada LABOEDA.
Masuknya Ria dalam komposisi LABOEDA memberi mereka inisiatif untuk mengganti nama yang ketiga itu. Pada tanggal 13 Mei 2009 LABOEDA berganti nama menjadi “BLYZR”. Masuknya Ria dalam organisasi kecil ini tidak saja berpengaruh pada nama band mereka, tetapi juga me-reset tubuh mereka dengan format baru, yakni Bram tetap pada lead guitar, Luthfi bergeser dari vocal ke guitar, Yusuf tetap sebagai pemukul drum, Zaenul melepaskan guitar dan memetik bass, dan Ria menduduki posisi vocal.
Berdiri pada 13 Mei 2009, BLYZR lambat laun berusaha untuk beradaptasi dengan komposisi personil yang dimilikinya. Pada awal pertama melakukan latihan di salah satu studio musik yang ada di dekat tempat berkumpulnya anak-anak muda ini, nampak masih adanya rasa nervous atau hal-hal kecil yang dapat mengganggu performa latihan pertamanya itu. Akan tetapi, semakin senja tak mendung, semakin anggun pemandangan langit saat itu. Begitulah kira-kira analogi perkembangannya sampai saat ini.
Dari berbagai aliran atau jenis musik yang tersedia sejak awal sejarah terciptanya musik sampai saat ini, BLYZR mengadopsi salah satunya yakni ‘rock’, mungkin lebih pada ‘altervative rock’. Namun tak jarang pula BLYZR mencuri perhatian berbagai penikmat musik dengan me-mixing berbagai aliran musik dalam satu lagu, khususnya dalam event-event tertentu.
Musik rock yang diadopsinya terikat dan menyusup dalam setiap lirik-lirik lagu yang dirangkainya, tak terkecuali sentuhan rock itu mereka sajikan dalam single pertama, keduanya dan ketiganya yakni “Hey Kawan”, “sepatah sayap” dan disusul dengan “Hijaukan”. Mereka melakukan recording untuk ketiga lagu ini pada 28 juni 2009, 5 juli 2009, dan 29 Mei 2010 di salah satu studio musik & rekaman yang ada di kabupaten Subang, tepatnya di Pusakanagara, KIDI 504 music & recording studio dalam tiga kali pertemuan.
Nama yang keempat ini nyatanya tak dapat menembus hukum alam yang berlaku bagi setiap organisasi atau tempat berkumpulnya beberapa kepala manusia di dunia ini. Baru menapaki langkah awalnya, BLYZR tenggelam dalam sebuah problema yang dramatis. Tubuhnya hanyut terbawa desiran ombak yang tak terlihat besar, hanya saja mereka mampu menyelami situasinya itu dan menepi dibalik karang nan menjulang. Sedikit demi sedikit mereka melepaskan duri yang menancap padanya, sehingga lambat laun mereka berhasil pulih dengan raut wajah yang segar dan rupawan.
Selepas dari belokan-belokan jalan yang merumitkan dan keluar dari lorong yang gelap dan sempit, BLYZR mulai membuka jalan dengan semangat dan hasrat baru untuk memperdengarkan karya mereka kepada masyarakat. Melalui radio-radio terdekat mereka hubungi sebagai jalan pertama yang mereka tempuh untuk menyalurkan karyanya itu.
Berbagai rintangan dan jalan yang mereka tempuh ini tiada lain adalah untuk mengangkat nama mereka kepada kenyataan dari segala mimpi yang dirangkai oleh beberapa anak muda ini, angkuh menggenggam mimpi mungkinlah dapat mendekatkan mereka kepada kenyataan yang didambakan. BLYZR-lah semangat mereka, dan karena BLYZR mereka selalu bersemangat.
Label:
blyzr,
global worming,
hijaukan,
keep our world,
sejarah terbentuk,
sinopsis
Langganan:
Komentar (Atom)